Sejarah Iwan Fals
Iwan Fals memulai perjalanan musiknya benar-benar dari bawah.
Di tengah proses kreatifnya, ia masih setia mengamen, berkeliling dari rumah ke rumah dan tampil di Pasar Karet atau Blok M.
Karyanya mulai mendapat sentuhan profesional, salah satunya album Sarjana Muda yang diaransemen oleh Willy Soemantri.
Kesuksesan album Sarjana Muda yang meledak di pasaran dan mengubah segalanya.
Tawaran manggung berlimpah dan Iwan bahkan bisa muncul di TVRI.
Babak kehidupan sebagai pengamen resmi ditutupnya pada tahun 1985, bertepatan dengan kelahiran anak keduanya, seorang putri bernama Annisa Cikal Rambu Basae.
Kritik Sosial dan Pasang Surut Karir Iwan Fals Di Era Orde Baru
Lagu-lagu "Terlarang" dan Sensor Pemerintah
Di era Orde Baru, konser Iwan Fals sering dilarang dan dibatalkan aparat karena liriknya dianggap bisa memicu kerusuhan.
Lagu-lagu kritiknya terhadap pemerintah di awal karier bahkan terlalu berani untuk diterbitkan secara komersial, sehingga perusahaan rekamannya tidak berani memasukkannya ke dalam album.
Iwan sendiri mengaku kala itu tidak tertarik untuk menjual lagu-lagu tersebut.
Lagu-lagu "terlarang" itu akhirnya diputar oleh radio kampus seperti 8EH ITB.
Akibat membawakan lagu-lagu itu di konser, Iwan sering berurusan dengan aparat keamanan.
Konsernya bahkan pernah disabotase dengan pemadaman listrik dan dibubarkan paksa hanya karena menyindir penguasa.
Penahanan dan Teror
Sebuah penampilan lagu-lagu kritik seperti "Demokrasi Nasi" dan "Mbak Tini" di Pekanbaru pada April 1984 berakibat sangat serius.
Iwan Fals harus mendekam dalam tahanan untuk diinterogasi selama dua minggu.
Pasca insiden itu, teror terhadap diri dan keluarganya menjadi hal yang kerap terjadi.
Akibatnya, lagu-lagu tersebut ditarik dari peredaran dan kini hanya menjadi harta karun yang dijaga oleh kolektor fanatiknya.
Album SWAMI dan Kantata Takwa - Puncak Kepopuleran
Era SWAMI (1989)
Puncak popularitas Iwan Fals semakin tercapai setelah ia berkolaborasi dengan kelompok musik SWAMI↗ pada 1989.
Album mereka menghasilkan dua lagu hits fenomenal, yakni "Bento" dan "Bongkar".
Super grup Kantata Takwa (1990)
Tidak berhenti di situ, perjalanan musiknya terus melesat dengan membentuk super grup Kantata Takwa↗ pada 1990 berkat dukungan Setiawan Djodi.
Konser-konser mereka dicatat sebagai salah satu yang paling megah dalam sejarah industri musik Indonesia.
Karya Solo di Tengah Kesibukan
Di balik kesibukannya dengan grup, Iwan tetap aktif berkarya secara mandiri.
Usai kontrak dengan SWAMI selesai, dan di antara proyek Kantata Takwa, ia masih meluncurkan sejumlah album solo maupun kolaborasi, termasuk album "Dalbo" yang ia garap bersama beberapa mantan anggota SWAMI.
Penyesuaian dan Konsistensi Di Era Milenum
Jika pada era 1980-an dan 1990-an Iwan Fals dikenal sebagai penyanyi protes yang vokal mengkritik pemerintah Orde Baru, periode tahun 2000-an justru menjadi bukti ketangguhan dan kemampuan adaptasinya sebagai musisi.
Di tengah gempuran musik pop komersial, rock, dan awal kemunculan digital, Iwan Fals tidak tenggelam.
Ia berevolusi, merangkul perubahan, tetapi tetap setia pada jati dirinya, yaitu seorang storyteller bagi wong cilik (rakyat kecil).
Pada fase kariernya di tahun 2000-an yang dimulai dengan album Suara Hati (2002) , Iwan Fals membentuk formasi band pendamping yang setia menemaninya baik di studio maupun di atas panggung.
Prinsip Idealisme Tanpa Sponsor
Sebuah prinsip idealisme yang kuat ditunjukkannya dengan cara konsisten menutupi semua merek dan logo pada alat musik yang digunakan.
Bagi Iwan, panggung adalah dunianya yang suci, sehingga ia tidak pernah mengizinkan logo sponsor mana pun untuk terpampang di sana.
Hal ini dilakukannya karena ia sangat menjaga integritas dan tidak ingin dianggap sebagai pihak yang mewakili kepentingan produk komersial.
OI (Orang Indonesia)
Sejarah dan Makna OI
Iwan Fals memiliki klub penggemar yang sangat besar bernama OI (ditulis dengan huruf kecil).
Awalnya, "oi" hanyalah sebuah sapaan informal ("hei") yang ia gunakan untuk memanggil para penggemar setia yang sering datang ke rumahnya untuk menikmati pertunjukan akustiknya secara gratis.
Karena sebuah akronim perlu memiliki makna, para penggemar kemudian mengartikan OI sebagai "Orang Indonesia" , yang terinspirasi dari nama yayasan milik Iwan, Yayasan Orang Indonesia.
Saat ini, organisasi OI dikelola oleh istrinya dan dioperasikan secara profesional di bawah naungan PT. Tiga Rambu.
Fanatisme dan Identitas Penggemar
Penggemar fanatik Iwan Fals tidak hanya menyukai musiknya, tetapi juga mengidolakannya secara keseluruhan sebagai pribadi.
Mereka meniru berbagai aspek kehidupannya, mulai dari cara berpakaian, berbicara, hingga preferensi seperti minuman kesukaannya.
Keterikatan ini juga tercermin dari penguasaan mereka atas seluruh karyanya.
Mereka menghafal lagu-lagu dan bahkan yang tidak pernah dirilis secara resmi.
Karena dengan seperti itu mereka menemukan kebanggaan tersendiri dalam berburu dan mengoleksi karya-karya langka tersebut sebagai bukti loyalitas.
Psikologi Fanatisme
Selain karya, karakter dan kepribadian Iwan Fals menjadi pusat perhatian.
Cara ia berinteraksi dengan keluarga, lingkungan, dan penggemarnya diamati secara saksama oleh para penggemar fanatik ini.
Dari sisi psikologis, fanatisme ini sering berakar pada rasa tidak nyaman dan kurangnya kepercayaan diri.
Para penggemar mencari validasi dan rasa percaya diri dengan memegang teguh identitas sebagai bagian dari kelompok penggemar Iwan Fals.
Rasa nyaman dan keyakinan diri mereka muncul ketika mereka berada di antara sesama penggemar atau dengan meniru figur idolanya.
Dengan mencontoh gaya Iwan, seperti dalam berpakaian, mereka merasa lebih percaya diri untuk beraktivitas di ruang publik.
Oleh karena itu, dalam tipologi penggemar Iwan Fals, dapat diidentifikasi adanya penggemar fanatik yang cirinya adalah mengimitasi segala hal tentang idolanya dan mencari rasa nyaman serta identitas melalui komunitas, sekaligus membuktikan diri sebagai penggemar sejati.
Iwan Fals
- Nama asli: Virgiawan Liestanto
- Kelahiran: 3 September 1961 Jakarta
- Kebangsaan: Indonesia
- Istri: Rosana
- Karir: Musisi, Penyanyi, Pencipta lagu, Karateka, Kritikus
- Aliran Musik: Pop, Rock, Country, Folk pop, Indie pop, Pop rock, Soft rock
- Instrumen: Vokal, Gitar
- Tahun aktif: 1975–sekarang
- Label: Musica, Harpa Records,Le Moesiek Revole, Billboard
- Artis terkait: Swami, Kantata Takwa
Album Iwan Fals
- Yang Muda Yang Bercanda I (1978) - rilisan Lembaga Humor Indonesia dibawah bendera ABC Records
- Yang Muda Yang Bercanda II (1978) - rilisan Lembaga Humor Indonesia dibawah bendera ABC Records
- Canda Dalam Nada (1978)↗
- Canda Dalam Ronda (1979)
- 3 Bulan (1980)
- Sarjana Muda (1981) - debut awal musik professional dibawah bendera Musica
- Opini (1982)
- Sumbang (1983)
- Barang Antik (1984)
- Sugali (1984)
- KPJ" (1985)
- Sore Tugu Pancoran (1985)
- Aku Sayang Kamu (1986)
- Ethiopia (1986)
- Lancar (1987)
- Wakil Rakyat (1987)
- 1910 (1988)
- Mata Dewa (1989)
- Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu (1989)
- Cikal (1991)
- Belum Ada Judul (1992)
- Hijau (1992)
- Dalbo (1993)
- Anak Wayang (1994)
- Orang Gila (1994)
- Lagu Pemanjat (bersama Trahlor) (1996)
- Mata Hati (1999)
- Suara Hati (2002)
- In Collaboration with (2003)
- Manusia Setengah Dewa (2004)
- Iwan Fals in Love (2005)
- 50:50 (2007)
- Untukmu Terkasih (2009) - mini album
- Keseimbangan - Iwan Fals (2010)
- Tergila-gila (2011)
- Raya (2013)
- SATU (album Iwan Fals) (2015)
- Rosana (2020)
- Pun Aku (2021)
- "2324" (2024)
- "Tujuh Belas" (2024)
- "Genjrengan Iwan dan Irfan (Aviary Live Session)" (2024)
Album Kompilasi Iwan Fals
- Celoteh-Celoteh (1993)
- Tragedi (1996)
- Country (1999)
- Best of the Best Iwan Fals (2000)
- Tergila-gila (2011)
- 15 lagu banjo & harmonika (2011)
Album Dengan Grup Amburadul
- Perjalanan (1979)
Album Super Grup
- Swami I (1989)
- Swami II (1991)
- Kantata Takwa (album) (1990)
- Kantata Samsara (1998)
Album Single Iwan Fals
- Serenade (bersama Ritta Rubby) (1984)
- Kemesraan (bersama artis Musica) (1988)
- Percayalah Kasih (bersama Jockie Surjoprajogo dan Vina Panduwinata)
- Terminal (bersama Franky S.) (1994)
- Mata Hati (bersama Ian Antono) (1995)
- Orang Pinggiran (bersama Franky S.) (1995)
- Katakan Kita Rasakan (bersama artis Musica)
- Di Bawah Tiang Bendera (bersama artis Musica) (1996)
- Haruskah Pergi (bersama Indra Lesmana dan Import Musik) (2006)
- Selancar (bersama Indra Lesmana dan Import Musik) (2006)
- Tanam Siram Siram (Kampanye Indonesia Menanam) (2006)
- Marilah Kemari (Tribute to Titiek Puspa) (2006)
- Aku Milikmu (Original Soundtrack Lovers/Kekasih) (2008)
- Para Penerka (diciptakan bersama Ariel) [6]
- Yang Terlupakan (bersama NOAH)
- Aji Mumpung (bersama Ubay Nidji|Nidji)
- Ijinkan Aku Menyayangimu (bersama Geisha)
- Tak Seimbang (bersama Geisha)
- Satu-satunya (bersama D'masiv)
- Entah (bersama D'masiv)
- Pesawat Tempur (bersama Nidji (Nidji)
- Hidup Lebih Hebat (bersama Nidji (Nidji)
- Abadi (bersama all artist Musica)
- Kemesraan (bersama all artist Musica)
- Bagimu (bersama syarikat idola remaja)
- Kinari (Rapijali: Book Soundtrack) (2021)
- Puisi Kota (bersama [[Maudy Ayunda|Maudy Ayunda)
- Titip Rindu Buat Ayah (bersama Ebiet G. Ade) (2025
Lagu hits yang dinyanyikan ulang oleh penyanyi lain.
- Maaf (dibawakan oleh Ritta Rubby) (1986)
- Belailah (dibawakan oleh Ritta Rubby) (1986)
- Trauma (dibawakan oleh God Bless) (1988)
- Damai yang Hilang (dibawakan oleh God Bless) (1988)
- Orang dalam Kaca (dibawakan oleh God Bless) (1988)
- Pak Tua (dibawakan oleh grup band Elpamas) (1991)
- Oh (dibawakan oleh Fajar Budiman) (1994)
- Nyanyian Laut (dibawakan Nicky Astria)
- Menangis (dibawakan oleh Franky S.)
- Bunga Kehidupan (dibawakan oleh artis Musica)
- Air Mata Api (dibawakan oleh Superman Is Dead) (2012)
- Serenade dibawakan oleh Steven N Coconut Treez dan berubah judul menjadi Serenada dari album (KPJ-1985
Lagu Iwan Fals Yang Tidak Diedarkan
- Demokrasi Nasi (1978)
- Semar Mendem (1978)
- Pola Sederhana (Anak Cendana) (1978)
- Mbak Tini (1978)
- Siti Sang Bidadari (1978)
- Kisah Sapi Malam (1978)
- Mince Makelar (1978)
- Luka Lama (1984)
- Anissa (1986)
- Biarkan Indonesia Tanpa Koran (1986)
- Oh Indonesia (1992)
- Imelda Mardun (1992)
- Maumere (1993)
- Joned (1993)
- Mesin Mesin Pembunuh (1994)
- Suara dari Jalanan (1996)
- Demokrasi Otoriter (1996)
- Pemandangan (1996)
- Jambore Wisata (1996)
- Aku Tak Punya Apa-Apa (1997)
- Cerita Lama Tiananmen (1998)
- Serdadu dan Kutil (1998)
- 15 Juta (1998)
- Mencari Kata-Kata (1998)
- Malam Sunyi (1999)
- Sketsa Setan yang Bisu (2000)
- Indonesiaku (2001)
- Kemarau (2003)
- Lagu Sedih (2003)
- Kembali ke Masa Lalu (2003)
- Harapan Tak Boleh Mati (2004)
- Saat Minggu Masih Pagi (2004)
- Repot Nasi/Sami Mawon (2005)
- Hari Raya Bumi (2007)
- Berita Cuaca (2008)
- Paman Zam
- Kapal Bau Pesing
- Makna Hidup Ini
- Selamat Tinggal Ramadhan
- Nyatakan Saja
- Berputar Putar
- Air dan Batu
- Lagu Pegangan
- Semut Api dan Cacing Kecil
- Kata-Kata
- Peniti Benang
- Pukul Dua Malam
- Curiga
- Penjara
- Belatung
- Dulu Sekarang dan Selama Nya
- Bunga Kayu Di Beranda
- Nyanyian Sopir
- Bunga Hitam
- Aku Bergelora
- Suara dari Jalanan
- Pepaya
- Ibuku Matahariku
- Si Gembala Sapi (Babadotan)
- Harapan Tak Boleh Mati
- Oh
- Bersatulah
- Join In Jeans & Jackets
- Indonesia Pusaka
- Pondokku
- Reformasi
- Tuhan
- Kasih Jangan Kau Pergi (Ft. Bunga)
- Gila (Ft. Bunga)
- Maling Budiman
- Serpihan Surga Pagar Alam
- Tanah Air Udara dan Api (live)
- Komunitas Tiga Rambu (live)
- Birokrasi Semut
- Rumi Sang Pencerah (Juni 2011)
- Hentikan! (2011)
- Isyarat (2011)
- Gugusan Bintang (2011)
- Garong Wan Takuup (2011)
- Cenis Cenos (1990)
- Polteng "Polisi Tengik" (2012-Lagu Jamming bersama Komunitas OI yang belum sempat direkam)
Nota:
Prestasi Dan Pengakuan
- Juara I Festival Musik Country (1980).
- Gold record, lagu Oemar Bakri, PT Musica Studio's.
- Silver record, penyanyi & pencipta lagu Ethiopia, PT Musica Studio's.
- Penghargaan prestasi artis HDX 1987 - 1988, pencipta lagu Buku Ini Aku Pinjam.
- Penyanyi Pujaan, BASF, (1989).
- The best selling, album Mata Dewa, BASF, 1988 - 1989.
- Konser Dengan Penonton Terbesar Sepanjang Masa Tahun (1991) di Stadion Utama Gelora Bung Karno senayan. Tercatat 150.000 Penonton Memadati Stadion. Bahkan Ada yang Naik ke Atap Stadion.
- Penyanyi rekaman pria terbaik, album Anak Wayang, BASF Award XI, 18 April 1996.
- Presents This Certificate To Iwan Fals In Recognition Of The Contribution To Cultural Exchange Between Korea and Indonesia, 25 September 1999.
- Video klip terbaik lagu Entah, Video Musik Indonesia periode VIII - 2000/2001.
- Triple Platinum Award, Album Best Of The Best Iwan Fals, PT Musica Studio's - Juni 2002.
- Pada 29 April 2002 Iwan Fals di Nobatkan Sebagai Asian Heroes yaitu Sebagai Salah Satu “Pahlawan Besar Asia”,
- Pemenang video klip terbaik edisi - Juli 2002, lagu Kupu-Kupu Hitam Putih, Video Musik Indonesia, periode I- 2002/2003.
- Penghargaan album In Collaboration with, angka penjualan di atas 150.000 unit, PT Musica Studio's - Juni 2003.
- Triple Platinum Award, album In Collaboration with, angka penjualan di atas 450.000 unit, PT Musica Studio's - November 2003.
- Penghargaan M Indonesia 2003, Most Favourite Male.
- SCTV Music Award 2004, album Ngetop! (pop) In Collaboration with.
- SCTV Music Award 2004, Penyanyi Pop Ngetop.
- Anugrah Planet Muzik 2004.
- Generasi Biang Extra Joss - 2004.
- SCTV Music Award 2005, album pop solo ngetop Iwan Fals In Love.
- With The Compliment Of Metro TV.
- Partisipasi dalam acara konser Salam Lebaran 2005, PT Gudang Garam Indonesia.
- 6 Album Iwan Fals Swami, Sarjana Muda, Kantata Takwa, Mata Dewa, Orang Gila, Aku Sayang Kamu! Masuk dalam 150 Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa pada Tahun (2007)
- Diabadikan oleh majalah Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu dari The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa pada tahun 2008
- Mendapatkan Talk Less Do More Award sebagai salah satu Class Music Heroes 2009.
- Lagunya bersama {Swami} yang berjudul [Bongkar] menerima penghargaan 150 lagu terbaik sepanjang masa versi Majalah Rolling Stone peringkat 1.
- Penghargaan Satyalancana Kebudayaan Pemerintah Republik Indonesia (2010)
- Iwan Fals Dianugrahi bintang Satyalencana Kebudayaan 2010. Mereka dinilai berjasa mengembangkan dan melestarikan budaya.
- Soegeng Sarjadi Awards on Good Governance Katagori Masyarakat Sipil yang Memberikan Banyak sumbangsih pemikirannya lewat lagu-lagu pro demokrasi (2012)
- Iwan Fals Didaulat Menjadi Duta Desa Indonesia oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (2015).
Film Iwan Fals
- "Damai Kami Sepanjang Hari" 1985
- "Kantata Takwa " 2008
Posting Komentar untuk "Sejarah Iwan Fals "