Album Pertama Dewa 19
Dirilis pada 30 November 1992, album pertama Dewa "19", yang lebih dikenal sebagai Dewa 19↗ ini langsung mencetak sejarah.
Menjadi satu-satunya album mereka di bawah label Team Records dan bersama drummer Wawan Juniarso, album perdana ini di luar dugaan sukses besar dan laris di pasaran.
Kesuksesan penjualan yang luar biasa membuat Team Records kewalahan hingga akhirnya menyerahkan distribusi katalog Dewa 19↗ ke Aquarius Musikindo.
Single "Kangen" melejit sebagai all-time hits dan beberapa kali direkam ulang, termasuk versi duet Chrisye dan Sophia Latjuba (2002).
Lagu "Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi" juga menjadi hits yang kemudian dipopulerkan ulang oleh Ratu (2003).
Album ini menuai sambutan positif dan dianugerahi BASF Awards sebagai "Album Terlaris 1993".
Penjelasan Ahmad Dhani Tentang Album Pertama Dan Kedua Dewa 19
Pendapat mengejutkan datang dari musisi sekaligus produser ternama, Ahmad Dhani.
Pentolan Dewa 19 ini secara blak-blakan mengaku bahwa dua album pertama kelompok musiknya, yakni "19" (1992) dan "Format Masa Depan" (1994), tidak mencapai standar kualitas yang bagus menurut versinya.
Pernyataan tersebut disampaikan Dhani saat berbincang dengan Anji dalam sebuah wawancara yang diunggah di kanal YouTube Video Legend pada Jumat (2/10/2020).
Dalam kesempatan itu, Dhani membeberkan alasan di balik pandangannya terhadap album-album lawas Dewa 19 tersebut.
"Sulit untuk mengharapkan kualitas yang lebih baik pada masa itu karena saya masih berusia 23 tahun," ujar Dhani.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Andro ini menegaskan perannya sebagai produser di balik Dewa 19. Ia merasa hasil produksi musik pada masa-masa awal karirnya itu belum maksimal.
"Saya, Ahmad Dhani, adalah produser Dewa 19, dan ingin memberitahukan bahwa produksi musik pada saat itu tidak mencapai kualitas yang baik," katanya.
Dhani menambahkan, usia yang masih muda saat memproduksi dua album tersebut menjadi faktor utama ketidakmatangannya dalam bekerja.
Ia menegaskan bahwa Dewa 19 adalah proyek musik yang digarap langsung olehnya, dan oleh karena itu, ia menilai album pertama dan kedua kurang berhasil.
Menurut pandangan Ahmad Dhani, album-album Dewa 19 berikutnya mulai menunjukkan peningkatan, meskipun ia merasa masih belum mencapai tingkat kesempurnaan.
Pentingnya Pengalaman dalam Bermusik
Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Dhani juga menyadari bahwa keterampilan dalam memproduksi musik tidak bisa diperoleh melalui pendidikan formal di sekolah musik, melainkan harus didapatkan dari pengalaman yang banyak.
"Album ketiga, keempat, dan kelima mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Meskipun begitu, kita belum bisa menganggapnya sebagai karya yang sempurna karena produksi musik tidak terkait dengan latar belakang pendidikan formal, melainkan lebih tergantung pada pengalaman," jelasnya.
Ahmad Dhani pun mengungkapkan keyakinannya bahwa menjadi seorang produser musik yang baik pada usia awal 20-an hampir tidak mungkin.
Biasanya, produser musik yang berpengalaman sudah mencapai usia yang lebih matang.
Hal ini kembali ia kaitkan dengan pengalamannya saat memproduksi album pertama dan kedua Dewa 19 di usia muda yang dinilainya belum cukup berpengalaman.
Pernyataan ini sempat membuat Anji kebingungan.
Pasalnya, secara pribadi ia menilai album pertama dan kedua Dewa 19 justru memiliki kualitas yang bagus.
"Namun, apa yang Anda maksud dengan 'tidak bagus' dalam hal apa?" tanya Anji.
Menjawab rasa penasaran Anji, Dhani kemudian memperjelas maksudnya.
Ia merujuk pada aspek produksi, aransemen musik, kualitas rekaman suara, dan berbagai unsur teknis lainnya dalam album tersebut.
Dewa 19 sendiri mulai mencuri perhatian dan meraih ketenaran di industri musik Indonesia setelah merilis album debut mereka yang bertajuk "19" pada tahun 1992.
Album 19
Personil Album 19
Daftar Lagu Album Dewa 19 "19"
- Kangen (Ku Kan Datang)
- Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi
- Bayang-Bayang
- Selamat Pagi
- Swear
- Bayi 19
- Rein
- Dewa Dan Si Mata Uang
- Hanya Mimpi
Posting Komentar untuk "Album Pertama Dewa 19"