Album Ningrat - Jamrud

Gambar Sampul album Ningrat dari Jamrud
Album Ningrat - Jamrud (2000)

Album Ningrat merupakan album studio keempat Jamrud yang dirilis pada tahun 2000.

Melahirkan sejumlah hits seperti "Ningrat", "Kabari Aku", "Asal British", "Surti Tejo", "Pelangi di Matamu", dan "Jauh (Andaikan...)".

Album ini menghadirkan Herman Husin sebagai drummer tambahan menggantikan Sandy Handoko yang meninggal di tengah proses rekaman.

Sementara itu, posisi gitaris yang ditinggalkan Fitrah Alamsyah yang wafat sebelum rekaman dimulai sengaja tidak diisi.

Alhasil, Jamrud menjalani album ini dan beberapa rilisan berikutnya hanya dengan formasi empat personel.

Setelah album Ningrat beredar, Herman Husin dikukuhkan menjadi drummer permanen Jamrud.

Lagu "Pelangi Di Matamu" dipercayai menjadi pengiring sinetron dengan judul yang sama yang menghiasi layar kaca pada tahun 2001.

Popularitas lagu "Pelangi Di Matamu" kian meroket ketika Susilo Bambang Yudhoyono, calon presiden saat itu, kerap melantunkannya dalam setiap kampanye Pemilu 2004, menjadikannya salah satu lagu favorit beliau.

Penghargaan Album Ningrat

Album "Ningrat" ini mencatat sejarah dengan memenangkan lima penghargaan dalam AMI Award 2000, pencapaian yang sangat istimewa untuk sebuah grup musik cadas.

Setelah sukses dengan album "Ningrat," Log Zhelebour membawa Jamrud untuk merekam lagunya di Studio 301 Sydney, Australia, dan akhirnya merilis album "Sydney 090102 " pada tahun 2002.

Album ini mencapai penjualan yang mengesankan, melebihi 1,4 juta kopi, terutama berkat lagu-lagu hits seperti "Waktuku Mandi" dan "Selamat Ulang Tahun," yang masih populer hingga sekarang dan sering dinyanyikan dalam perayaan ulang tahun.

Meskipun mereka mengalami kesuksesan besar, Jamrud juga menghadapi masalah yang mengguncang industri musik Indonesia saat itu.

Pada bulan Agustus 1999, Fitrah Alamsyah meninggal akibat overdosis obat-obatan terlarang, diikuti oleh kematian Sandy Handoko pada bulan Oktober 2000.

Berita meninggalnya mereka sangat mengguncang industri musik Indonesia.

Sandy Handoko kemudian digantikan oleh Suherman Husin sebagai drummer.

Personil Album Ningrat - Jamrud (2000)
foto dari kiri, Krisyanto, Herman, Azis M.S, Ricky Teddy 

Namun, Fitrah Alamsyah, sebelum meninggal, telah meninggalkan pesan bahwa tidak boleh ada penggantinya dalam formasi band tersebut.

Jadi, selama Herman menjabat sebagai drummer, posisi gitaris yang sebelumnya ditempati oleh Fitrah Alamsyah tidak diisi oleh siapapun.

Penjualan album Ningrat dan Album setelahnya memang sangat luar biasa, melampaui grup musik rock lainnya.

Dan mereka telah melakukan tur konser besar-besaran di lebih dari seratus kota. Nilai kontrak pertunjukan mereka berkisar antara 100 hingga 150 juta per pertunjukan (hanya sebagai honor).

Personel Tambahan Jamrud

Dalam proses produksi album Ningrat, Jamrud menghadapi masalah terkait personil yang mengharuskan mereka mencari pengganti personil baru.

Album ini merupakan album pertama dengan personil baru sebagai tambahan   yaitu Herman Husin yang menggantikan posisi almarhum Sandy Handoko dengan posisi drum.

Setelah rilisnya album ini, Herman kemudian resmi diangkat menjadi drummer tetap Jamrud.

Sejarah Awal Grup Band Jamrud 

Jamrud adalah salah satu grup band asal Indonesia yang berasal dari Cimahi, Jawa Barat. Mereka awalnya terbentuk pada tahun 1984.

Dengan nama awal Jamrock, dan anggotanya terdiri dari Azis Mangasi Siagian (Gitar), Ricky Teddy (Bass), dan Ari Suwignyo (Keyboard), Yudi (Gitar Ritme), Robby (Vokal) dan Budhy Haryono ex Drummer Gigi ( Drum).

Jamrock menjadi sebuah band rock yang sangat dihormati di sekitar daerah Bandung. Pada saat itu, mereka sering membawakan lagu-lagu dari band rock lain yang sudah dikenal.

Grup band ini dikenal sebagai perwakilan sukses dalam membawa musik metal dan rock ke major label di Indonesia.

Formasi Jamrock akhirnya berkembang menjadi yang favorit di antara penggemar pada era tahun 1990-an.

Mereka dikenal dengan Azis M.S (Gitar), Ricky Teddy (Bass), Krisyanto (Vokal), Fitrah Alamsyah (Gitar), dan Sandhy Handoko (Drum).

Salah satu dari album-album mereka bahkan mencapai penjualan jutaan kopi, menjadikannya salah satu album terlaris di Indonesia.

Jamrud juga dikenal karena kemampuannya dalam menggabungkan berbagai genre musik metal dan rock dengan lirik-lirik yang menghibur.

Awal Mula Berkarya Dan Bergabung Dengan Label Rekaman

Meskipun awalnya memainkan lagu-lagu dari orang lain, pada tahun 1995, Azis M.S, Ricky Teddy, Krisyanto, Fitrah, dan Sandy mulai menciptakan materi lagu mereka sendiri dan merekam demo mereka.

Dan mereka menawarkan demo tersebut ke label rekaman Logiss Records milik Log Zhelebour (biasa disebut Log) yang kemudian memberi sambutan hangat. 

Jamrock kemudian mendapat kontrak untuk rekaman dan bergabung dengan label rekaman milik Log itu.

Dengan masuknya mereka ke dalam label rekaman milik Log Zhelebour, nama Jamrock diubah menjadi Jamrud.

Alasan nama Jamrock diganti menjadi Jamrud karena untuk menghindari permasalahan di kemudian hari dan terasa lebih enak didengar.

Perjalanan Kesuksesan Jamrud

Kesuksesan Jamrud menjadi matang secara musik dan penampilan di bawah asuhan label rekaman milik Log Zhelebour tersebut.

Album pertama Jamrud, "Nekad " (1996), berhasil terjual sebanyak 150 ribu kopi dalam waktu singkat. Kesuksesan mereka berlanjut dengan album kedua, "Putri " (1997), yang mencapai penjualan sekitar 300 ribu kopi.

Keuntungan besar dari hasil penjualan album-album mereka terus berlanjut hingga mereka merilis "Terima Kasih " (1998).

Album "Terima Kasih" sangat populer di kalangan generasi muda Indonesia pada masa itu.

Dengan lagu hits "Berakit-rakit" dan "Terima Kasih", dan berhasil terjual hingga mencapai angka 800 ribu kopi, sebuah pencapaian yang sangat luar biasa untuk musik cadas di Indonesia.

Pada saat itu, mereka juga menerima penghargaan sebagai Grup Rock Terbaik dalam AMI Award 1999.

Jamrud mencapai puncak kesuksesan komersialnya dengan album "Ningrat" (2000), yang berhasil terjual sebanyak dua juta kopi di Indonesia, terutama berkat popularitas singel "Surti-Tejo" dan "Pelangi di Matamu."

Album Ningrat 

Album
:
Studio
Karya
:
Jamrud
Direkam
:
1999-2000
Dirilis
:
5 Desember 2000
Durasi
:
52 menit 56 detik
Genre
:
Hard Rock, Pop Rock, Heavy Metal, Soft Rock
Label
:
Logiss Records
Produser
:
Log Zhelebour

Personil Album Ningrat 

Krisyanto
:
Vokal Utama dan Vokal Latar
Azis Ms
:
Gitar Utama, Gitar Ritme dan Riff, Piano, Keyboard, Vokal Latar
Ricky Teddy
:
Bass dan Vokal Latar
Sandy Handoko
:
Drum pada lagu "Surti-Tejo" (direkam sebelum album ini dirilis), (meninggal dunia pada tanggal 2 Oktober 2000)

Musisi Tambahan Album Ningrat

Herman
:
Drum pada semua lagu (kecuali "Surti Tejo")
Uchi
:
Featuring Vocal pada lagu "Pelangi Di Matamu"
Yulianus & Andri
:
Trumpet pada lagu "Gaya" dan "Baywatch"

Daftar Lagu Album Ningrat 

  1. Ningrat
  2. Kabari Aku
  3. Asal British
  4. Surti Tejo
  5. Gaya
  6. Jauh (Andaikan..)
  7. F**k Off
  8. Ingin Jadi Koboi
  9. Baywatch
  10. Jalang
  11. Pelangi Di Matamu
  12. Surti Tejo (Karaoke)

Posting Komentar untuk "Album Ningrat - Jamrud"

Terima kasih sudah membaca!

Anda telah menyalin konten dari blog kami. Mohon cantumkan sumber jika ingin membagikannya: