Album Laskar cinta - Dewa 19
Album ketujuh dari grup band Dewa 19↗ adalah, "Laskar Cinta", diluncurkan pada 2004 oleh Aquarius Musikindo.
Album ini sukses dengan lagu-lagu populer seperti "Pangeran Cinta", "Satu", "Hidup Ini Indah", dan "Cinta Gila". Setelah itu, pada tahun 2005, Dewa beralih label dari Aquarius ke EMI Music Indonesia.
Album ini dirilis saat mereka tampil di Avenue, Sari Pan Pacific Hotel pada 22 November 2004.
'Pangeran Cinta', 'Satu', 'Hidup Ini Indah', dan 'Hadapi dengan Senyuman' adalah beberapa lagu hits dari album ini.
Dalam album ini, Dewa mempersembahkan gaya musik rock yang lebih intens dan menggunakan sampel musik.
Ketika lagu "Pangeran Cinta" dikritik karena ritmenya yang mirip dengan lagu "Immigrant Song" oleh Led Zeppelin, Ahmad Dhani mencatat di liner note album bahwa lagu tersebut terinspirasi oleh Led Zeppelin.
Pada tahun 2004, sebuah tur bertajuk "Yamaha Dewa Tour 2004 - Selalu Terdepan" diselenggarakan oleh Yamaha Motor untuk memperkenalkan album ini.
kontroversi Sampul album Dewa 19
Album ini menjadi sumber ketegangan antara Dewa 19 dan Front Pembela Islam karena sampulnya menyerupai kaligrafi Allah.
Perseteruan ini eskalatif, termasuk pelaporan Dewa 19 ke polisi oleh FPI dan pertukaran komentar panas di media.
Pada 27 April 2005, Dewa 19 dan pengacaranya, Habib Umar Husein, S.H., mengadakan jumpa pers untuk menyatakan niat mereka untuk mengubah logo dalam sampul album Laskar Cinta.
Tepan Cobain dari tim kreatif Dewa 19 mengubah logo dengan konsultasi kepada ahli kaligrafi Al Qur'an, Didin Sirajuddin AR. Selain mengganti logo, Dewa 19 juga mencetak ulang cover album Laskar Cinta.
Dalam cetak ulang tersebut, gambar personel Dewa 19 yang sebelumnya terlihat memakai tato dihilangkan, sesuai saran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Tema spiritualitas pada album Dewa 19 sudah muncul sejak album 'Bintang Lima' dan 'Cintailah Cinta', namun mencapai puncaknya dalam album 'Laskar Cinta'.
Respon kh Abdurrahman Wahid
Melalui 'Laskar Cinta', Ahmad Dhani dan rekan-rekannya lebih aktif mengajukan seruan perdamaian antara manusia, yang disampaikan melalui musik rock yang kuat.
Album ini bahkan mendapat tanggapan dari KH Abdurrahman Wahid, mantan presiden Indonesia. Pada tahun 2006, Ahmad Dhani diundang untuk berbicara di depan Forum Departemen Pertahanan AS atas nama Libforall Foundation, yayasan yang didirikan oleh Abdurrahman Wahid.
Ahmad Dhani di Washington post
Koran Washington Post mencatat bahwa Ahmad Dhani bukan hanya seorang musisi yang menyanyikan lagu-lagu tentang patah hati karena cinta, tetapi juga seorang duta perdamaian yang menggunakan musiknya untuk menggalang perlawanan terhadap ekstremisme di kalangan anak muda.
Dhani menyatakan bahwa pada saat itu AS tertarik dengan konsep Dewa 19 dalam memerangi terorisme tanpa kekerasan.
Laskar Cinta
Personil
Musisi Pendukung
- Bebi Romeo – vokal latar dalam "Atas Nama Cinta"
- Pinkan Mambo dan Bertha – vokal latar dalam "Shine On"
- Dodi Katamsi – vokal latar dalam "Cinta Gila" dan "Nonsens"
- Oppie Danzo – vokal latar dalam "Nonsens"
- Purie – vokal latar dalam "Matahari Bintang Bulan"
- Didit Maruto dkk. – alat musik tiup dalam "Matahari Bintang Bulan"
- Stevie Item – gitaris tambahan dalam lagu "Nonsens" dan "Aku Tetaplah Aku
Daftar Lagu
- Pangeran Cinta
- Atas Nama Cinta
- Satu
- Indonesia Saja
- Sweetest Place
- Hidup Ini Indah
- Cinta Gila
- Nonsens
- Hadapi Dengan Senyuman
- Matahari Bintang Bulan
- Aku Tetaplah Aku
- Shine On
Posting Komentar untuk "Album Laskar cinta - Dewa 19 "